MENYIKAPI KENAIKAN HARGA BBM
Kenaikan harga BBM yang
direncanakan oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu mendapat respon yang
cukup keras dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke
bawah dan mahasiswa yang turut melakukan aksi demo menolak kenaikan harga BBM. Aksi
penolakan tersebut berlangsung di berbagai daerah, bukan hanya di kota-kota
besar saja melainkan di daerah pelosok pun ikut meramaikan aksi tersebut. Hal
tersebut disebabkan karena masyarakat sangat membutuhkan BBM, yang merupakan
kebutuhan dasar di negeri ini.
Alasan mengapa BBM
saat ini sangat penting bagi masyarakat yaitu karena apabila tanpa adanya BBM
di negara yang semakin berkembang ini perekonomian akan menjadi terhambat. Selain
itu, apabila harga BBM dinaikan maka akan berpengaruh terhadap harga kebutuhan
pokok yang disebabkan dari meningkatnya biaya produksi seperti harga bahan,
beban transportasi, dll. Dan juga mungkin dapat mengakibatkan meningkatnya
jumlah pengangguran, karena meningkatnya biaya operasi perusahaan.
Akan tetapi dengan
naiknya harga BBM bukan berarti kita tidak bisa melakukan hal-hal yang berguna.
Masih banyak hal yang dapat kita sikapi dari kebijakan pemerintah untuk
menaikkan harga BBM. Berikut adalah beberapa tips atau cara bijaksana dalam
menyikapi kenaikan harga BBM yang dapat kita lakukan, seperti:
1.
Kuatkan iman dan tingkatkan
rasa sabar, penguatan mental menjadi satu fundamental paling penting dalam
menghadapi kesulitan hidup karena tidak jarang seseorang mudah putus asa dan
kehilangan logika dalam suasana yang serba susah serta tidak menentu.
Kasus-kasus bunuh diri, kejahatan karena alasan ekonomi, stress karena kenaikan
harga sedangkan pendapatan masih stagnan,dll sering dijumpai di media massa
bahkan lingkungan sekitar oleh karena itu sikap mental yang positif seperti
sabar haruslah menjadi pondasi utama dalam menyikapi keadaan yang berubah.
2.
Bijaksana dalam menggunakan
bahan bakar, selain hemat maka muncul kata bijaksana dalam artian bahan bakar
minyak boleh saja dikonsumsi namun sesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan.
Bisa juga menggunakan alternatif lain seperti angkutan umum atau kendaraan
tanpa bahan bakar seperti sepeda, namun banyak keluhan dari masyarakat tentang
kualitas angkutan umum di Indonesia yang tidak memenuhi persyaratan ataupun
tidak adanya fasilitas untuk menggunakan sepeda di jalan raya karena kemacetan
dan lain hal. Padahal jika menggunakan kendaraan pribadi jika terjebak
kemacetan akan makin menambah pengeluaran untuk konsumsi bbm oleh karena itu
berikanlah selang waktu untuk menggunakan moda transportasi umum untuk
keperluan yang tidak mendesak atau bisa juga menggunakan jadwal bergantian
misalnya satu minggu pertama menggunakan kendaraan pribadi kemudian minggu
berikutnya kendaraan umum.
3.
Memulai divergensi bahan makanan,
sering ada istilah bagi masyarakat Indonesia jika tidak makan nasi maka terasa
belum makan hal ini bisa disiasati dengan mulai mencari alternatif sumber
makanan pokok yang lain seperti umbi-umbian terutama untuk sarapan pagi.
Divergensi ini bertujuan supaya ketergantungan pada satu sumber makanan pokok
yang harganya melambung saat kenaikan harga bbm bisa dikurangi, harga
umbi-umbian di Indonesia bisa dikatakan relatif lebih rendah dibandingkan harga
beras dengan demikian penghematan di bagian konsumsi makanan pokok bisa
diaplikasikan.
4.
Kurangi konsumsi bahan-bahan
yang rentan akan kenaikan dalam waktu singkat dan rasio kenaikannya cukup
tinggi seperti gula,cabai,minyak goreng. Makanan yang menggunakan bahan-bahan
tersebut bisa dikurangi konsumsinya secara perlahan-lahan, tidak harus langsung
mengurangi secara drastis bisa dalam waktu satu minggu memasak menggunakan
minyak goreng selama 4-5 hari saja sisanya digunakan untuk memasak makanan
non-minyak. Selain untuk penghematan, mengurangi konsumsi minyak goreng atau
gula juga bagus untuk menjaga kesehatan karena minyak adalah bahan kimia yang
mengandung lemak kolesterol, senyawa yang menjadi penyebab penyakit jantung dan
gula adalah salah satu penyebab penyakit diabetes.
5.
Kurangi kebiasaan konsumtif
atau yang mengarah pada konsumerisme, mungkin contoh paling mudah adalah bagi
perokok berat. Yang umumnya merokok hingga 3-4 batang sehari bisa mulai
dikurangi menjadi 1-2 batang saja per hari untuk menyiasati pengeluaran atau
kebiasaan makan di warung bagi para pekerja bisa dilakukan dengan membawa bekal
makan siang dari rumah dengan demikian pengeluaran untuk biaya makan bisa
ditekan.
Kenaikan harga BBM memang cukup mengkhawatirkan
dan meresahkan masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun apabila
kita menyikapinya dengan melakukan tindak anarkisme dan kekerasan dalam setiap
aksi demonstrasi, itu hanya akan membuang-buang energi. Seharusnya permasalahan
kenaikan harga BBM tersebut dapat disikapi dengan bijak agar tidak terjadi
anarkisme dan kekerasan yang mungkin dapat mengakibatkan beberapa orang terluka
atau bahkan sampai menelan korban jiwa.
Sumber: