Tampilkan postingan dengan label tugas IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas IBD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2010

Setiap manusia tentunya memiliki pandangan hidup. Akan tetapi, setiap pandangan hidup yang dimiliki oleh masing-masing manusia pasti berbeda-beda, seperti istilah yang sering kita dengar yaitu beda kepala tentu beda pemikirannya.
Pandangan hidup dapat menjadi bimbingan, pedoman, petunjuk, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menjalani hidupnya menuju tujuan akhir. Namun, masih banyak sebagian manusia yang tidak mengetahui serta hanya sedikit yang memahami makna dari Pandangan Hidup. Sehingga, manusia yang tidak memahami pandangan hidup tersebut menyalahgunakan tujuan dan makna yang terkandung dalam pandangan hidup itu sendiri, bahkan mungkin ia juga tidak pernah memikirkan tentang pandangan hidup yang dianutnya, misalnya orang yang memeluk suatu agama hanya berdasarkan pada keturunan. Sehingga akibatnya orang tersebut beragama hanya pada lahirnya saja dan tidak sampai pada batinnya.
Dapat diambil kesimpulan bahwa pandangan hidup itu sangat penting. Baik untuk kehidupan sekarang maupun kehidupan di akhirat nanti. Dan sudah seharusnya setiap manusia memilikinya agar hidup mereka menjadi lebih terarah. Maka dari itu dalam menentukan pandangan hidup harus betul-betul berdasarkan pilihan akal yang sehat bukan hanya sekedar ikut-ikutan.

Minggu, 30 Mei 2010

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, manusia sebagai perilaku kebudayaan sedangkan kebudayaan adalah objek yang dilaksanakan oleh manusia. Manusia menciptakan kebudayaan, lalu setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan tersebut akan mengatur hidup manusia sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh manusia tersebut. Walaupun keduanya berbeda akan tetapi keduanya saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan.
Hubungan manusia dengan kebudayaan yang saling terkait satu sama lain tersebut dapat disebut sebagai hubungan dialektika. Proses dialiektika tersebut terbentuk melalui tiga tahap, yaitu:
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia
Selain itu, hubungan antara manusia dengan kebudayaan dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan, yaitu:
1. sebagai penganut kebudayaan,
2. sebagai pembawa kebudayaan,
3. sebagai manipulator kebudayaan, dan
4. sebagai pencipta kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan disebabkan oleh manusia yang dihadapkan pada persoalan yang membutuhkan pemecahan dan penyelesaian. Agar manusia dapat bertahan, maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya dengan melakukan berbagai cara. Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan.
Banyaknya kebutuhan hidup yang dihadapi, serta berbagai pengaruh masuknya unsur kebudayaan asing dapat menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan yang telah tercipta sebelumnya. Adanya perubahan kebudayaan secara langsung atau tidak langsung akan memberikan dampak negatif dan positif.
Apabila perubahan kebudayaan tersebut tidak berpengaruh pada keberadaan atau pelaksanaan nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan positif. Namun, jika perubahan kebudayaan tersebut menyimpang atau berpengaruh pada nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan negatif.
Sebagian masyarakat ada yang tetap mempertahankan kebudayaan yang sudah ada, karena unsur yang mereka pertahankan sangat berguna sebagai pedoman hidup bersama bagi masyarakatnya. Namun, bagi sebagian masyarakat yang tidak dapat mempertahankan kebudayaan yang telah ada, disebabkan mereka telah terpengaruhi dengan masuknya kebudayaan asing yang dapat merusak kebudayaan yang telah dibuat sebelumnya.

Sabtu, 29 Mei 2010

A. Pengertian Keindahan
Keindahan menyangkut kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance), dan pertentangan (contrast).
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas
a. Menurut The Liang Gie keindahan adalah ide kebaikan
b. Menurut Pluto watak yang indah dan hukum yang indah
c. Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
Jadi, keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetik murni
Yaitu hubungan eseorang dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas
Yaitu penilaian terhadap benda-benda yang diserap dengan penglihatan.

B. Nilai Estetik
Pengertian nilai estetik adalah nilai seni yang dimiliki oleh suatu benda yang menimbulkan daya tarik bagi setiap orang yang melihatnya.
Ada dua nilai terpenting dalam keindahan, yaitu:
1. Nilai ekstrinsik yaitu nilai yang sifatnya sebagai alat atau sarana untuk membantu sesuatu hal lainnya. Contohnya, sebuah lukisan yang memiliki bentuk (gambar) dengan goresan-goresan warna.
2. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan untuk kepentingan benda itu sendiri. Contohnya, pesan yang akan disampaikan dalam sebuah lukisan tersebut.

C. Pengertian Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan dapat digolongkan menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.

D. Alasan Manusia Menciptakan Keindahan
Keindahan itu pada dasarya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang.
Alasan atau motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan:
1. Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan , misalnya kawin paksa, pingitan, derajat wanita lebih rendah dari derajat laki-laki.
2. Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejat terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hukum agama dan moral masyarakat.
3. Penderitaan manusia
Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan karena nilai manusia telah diabaikan dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
4. Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri.

E. Hubungan Manusia dan Keindahan
Manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan karena manusia memilikki nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi).
Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan dalam ruang renungnya, dengan melakukan kontemplasi yaitu suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dimiliki oleh makhluk lain. Dengan akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.

Rabu, 21 April 2010

Pada umumnya setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti mempunyai harapan. Manusia yang hidup tanpa harapan, berarti manusia yang mati dalam hidup, atau manusia yang tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya.
Sebuah harapan yang kita inginkan harus disertai dengan usaha dan doa, karena tanpa usaha dan doa maka harapan yang kita inginkan tentu akan sulit tercapai atau bahkan mungkin tidak akan tercapai sama sekali. Ketika kita sedang mengharapkan sesuatu kita harus ingat bahwa dibalik suatu harapan terdapat suatu kekecewaan. Jika kita mengharapkan sesuatu secara berlebihan namun pada akhirnya kita tidak bisa mendapatkan hal tersebut, maka kemungkinan besar kita akan menyesal atau mengalami kekecewaan yang mungkin bisa membuat kita menjadi stress apabila kita tidak bisa menerima kegagalan tersebut.
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha seseorang yang mempunyai harapan, misalnya Fikri mengharapkan nilai A dalam ujian matematika yang akan datang, tetapi dia tidak berusaha untuk belajar semaksimal mungkin supaya mendapatkan nilai yang ia harapkan, ia pun tidak pernah hadir dalam mata kuliah tersebut. Ia menghadapi ujian dengan sangat santai. Bagaimana Fikri bisa memperoleh nilai A, jika ia tidak mau berusaha, luluspun mungkin tidak.
Maka dari itu, jika kita mengharapkan sesuatu kita harus menyeimbangkannya dengan usaha dan doa, agar apa yang kita harapkan dapat terwujud. Namun, jika yang kita harapkan belum terwujud, kita tidak boleh langsung menyerah dan putus asa. Jadikan kegagalan tersebut sebagai pengalaman bagi kita agar bisa melakukan yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, pastinya setiap manusia akan mengalami suatu perlakuan yang adil atau tidak adil, ataupun sebaliknya melakukan suatu hal yang adil atau tidak adil terhadap makhluk hidup di dunia ini.
Ketika seseorang mengalami perlakuan yang tidak adil, tentu orang tersebut akan berusaha untuk mengambil suatu tindakan agar ia memperoleh keadilan seperti apa yang ia inginkan. Akan tetapi cara yang dilakukan oleh setiap individu untuk mendapatkan suatu keadilan tentu berbeda-beda. Misalnya seperti demonstrasi yang sering dilakukan oleh rakyat Indonesia karena merasa kurang mendapat keadilan dari pemerintah, melukis dalam berbagai bentuk, salah satunya dalam bentuk karikatur yang pada umumnya mengandung suatu pesan atau kritik, dan menulis dalam bentuk apapun bahkan sampai membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan. Namun dari hal-hal tersebut kita dapat mengambil nilai positifnya yaitu, dengan demokrasi kita dapat menyalurkan aspirasi atau pendapat kita dan dengan melukis kita dapat menuangkan kreatifitas dalam sebuah seni lukis ataupun tulisan, asalkan apa yang kita sampaikan tersebut masih dalam hal yang berguna.
Keadilan merupakan suatu perbuatan yang tidak memihak terhadap apapun, seimbang dan melihat segala sesuatunya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas.
Saat ini, sulit sekali bagi kita dalam mencari suatu keadilan. Hal tersebut dapat kita rasakan di kehidupan sehari-hari atau pun dapat kita lihat di lingkungan sekitar. Sebagai contoh, ketika sedang menghadapi ujian nasional seorang anak yang malas dapat mengalahkan nilai seorang anak yang rajin yang telah berusaha menjawab soal-soal ujian tersebut dengan usahanya sendiri, hal ini dapat terjadi karena anak tersebut telah mendapatkan sebuah kunci jawaban. Ini merupakan salah satu contoh ketidakadilan dalam bidang pendidikan.
Selain itu, masih banyak bentuk ketidakadilan dalam berbagai bidang seperti di bidang politik, ekonomi, dll. Kita sebagai manusia yang beragama dan beradab harus bisa menempatkan posisi kita dengan baik, tidak memilih atau memihak terhadap siapapun atu apapun dan bisa melihat segala sesuatunya sesuai dengan proporsinya.

Senin, 05 April 2010

Tanggung jawab adalah perwujudan kesadaran manusia akan kewajiban dan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki sikap tanggung jawab terhadap sesuatu yang mereka anggap itu baik, penting atau pun segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sekitar mereka. Sikap tersebut akan selalu ada dalam diri manusia karena pada umumnya manusia hidup tidak akan lepas dari kehidupan sekitar tersebut yaitu, hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam, yang menutut kepedulian serta tanggung jawab. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya, karena semua yang ada di alam semesta ini sangat bergantung satu sama lain. Sehingga ini dapat menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Sebagai contoh tanggung jawab di dalam keluarga, yaitu tanggung jawab yang dimiliki oleh orang tua dengan seorang anak tentu berbeda. Orang tua memiliki tanggung jawab dalam membesarkan anaknya, mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh atau sholehah, memberikan pendidikan, dan lain-lain. Sedangkan seorang anak mempunyai tanggung jawab dalam menjaga amanah yang diberikan oleh orang tua, belajar yang rajin agar dapat menjadi orang yang sukses di kemudian hari, mengerjakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang anak, dan sebagainya.
Tanggung jawab yang paling utama yaitu, tanggung jawab terhadap Tuhan pencipta alam semesta ini. Manusia diciptakan oleh Allah swt, agar dapat bertanggungjawab dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah swt, seperti yang telah tercantum di dalam kitab suci Al-Qur'an, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Di dalam kehidupan pasti setiap manusia akan mengalami suatu penderitaan, baik berat maupun ringan. Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan berpasang-pasangan, seperti adam dan hawa, baik dan buruk, kaya dan miskin, sehat dan sakit, surga dan neraka, dan sebagainya. Allah memberikan kesenangan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan yang terkadang bermakna agar setiap umatnya sadar untuk selalu menjalakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Saat ini kemungkinan terjadinya penderitaan itu sangat besar. Banyak sekali sebab-sebab yang dapat menimbulkan penderitaan, seperti penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, karena penyakit, karena bencana alam, karena kemajuan teknologi, dan lain-lain. Hal tersebut dapat kita lihat dari beberapa kejadian yang ada disekitar kita.
Pada umumnya kemajuan teknologi dapat menyejahterakan dan mempermudah pekerjaan manusia. Akan tetapi kemajuan teknologi juga dapat menjadi suatu penderitaan bagi manusia apabila kita tidak cermat dalam menggunakannya. Sebagai contoh, penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluag terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi, seperti bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, penggunaan peluru kendali dalam perang Irak, kebocoran reaktor nuklir di Unisoviet, kebocoran gas beracun di India.
Bencana alam merupakan sesuatu yang datangnya tidak dapat diduga oleh setiap manusia. Terkadang bencana alam dapat terjadi akibat ulah manusia itu sendiri, misalnya seperti banjir. Hal itu dapat terjadi karena menusia tidak membuang sampah pada tempatnya, tidak membersihkan selokan, dan sebagainya. Selain itu, ada juga bencana alam yang pada umumnya manusia tidak menyadari faktor apa saja yang dapat menyebabkan hal itu terjadi, seperti tsunami, gunung meletus, longsor, dan lain-lain. Sebenarnya itu semua terjadi karena perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya, namun manusia telat dalam menyadari hal tersebut. Mereka baru menyadari setelah musibah itu mereka dapatkan. Tentu hal tersebut akan menjadi suatu penderitaan bagi manusia yang mengalaminya.
Selain itu, penderitaan juga dapat terjadi karena perbuatan buruk antara sesame manusia. Misalnya, para tenaga kerja yang dikirimkan ke luar negeri sering mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari majikannya. Hal tersebut juga sering terjadi di dalam negeri, seperti pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, disiksa oleh majikannya. Selain itu, perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian. Dari peristiwa tersebut, sudah sepantasnya mereka yang melakukan hal yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan, mendapatkan hukuman dari pengadilan, agar mereka juga dapat merasakan penderitaan, walaupun mungkin tidak sebanding dengan apa yang di alami oleh korban mereka.
Setiap manusia yang mengalami penderitaan, tentu akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap positif, misalnya tidak mudah menyerah, optimis dalam mengatasi penderitaan hidup, dan berjuang membebaskan diri dari penderitaan. Lalu sikap negatif, misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, tidak bahagia dan mungkin ingin bunuh diri dalam menyelesaikan permasalahannya.

Sumber: buku MKDU ilmu budaya dasar universitas gunadarma

Minggu, 21 Maret 2010

Manusia dan cinta kasih merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Cinta memiliki peranan yang penting dalam kehidupan, karena cinta merupakan dasar untuk menciptakan suasana hidup menjadi lebih indah. Coba bayangkan apabila di dunia ini tidak ada cinta, tentu saja manusia akan merasa tidak tenang hidup di dunia.

Sejak lahir manusia telah memiliki cinta, yaitu cinta kasih yang didapat dari seorang ayah dan ibu. Begitu besar rasa cinta yang dimiliki seorang ibu ketika melahirkan seorang anak dengan memperjuangkan hidup dan matinya. Dan juga pengorbanan seorang ayah ketika menunggu ibu melahirkan sampai anak tersebut lahir. Begitu bahagianya perasaan seorang ayah dan ibu, setelah mereka mengetahui anaknya lahir dengan selamat.

Setiap orang tua merawat, membesarkan, menjaga, dan mendidik anaknya berdasarkan cinta dan kasih yang mereka miliki. Mereka tidak kenal lelah dalam melakukan itu semua, karena rasa cinta yang mereka miliki terhadap anaknya begitu besar. Namun, terkadang seorang anak tidak dapat melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh orang tua mereka.

Dalam mendidik anaknya, terkadang orang tua sering memarahi sikap atau perilaku anaknya yang tidak baik dan melanggar norma. Tentunya, itu semua dilakukan demi kebaikan anaknya agar menjadi seseorang yang lebih baik dan mengerti akan norma-norma yang ada. Namun, terkadang seorang anak tidak mau mendengarkan nasehat-nasehat tersebut, mereka cenderung mengikuti apa yang ada dipikiran mereka, padahal perasaan orang tua (terutama ibu) lebih besar daripada dirinya sendiri.

Akan tetapi, tidak semua hal yang dilakukan oleh orang tua selalu benar karena terkadang mereka tidak tahu dan mengerti apa yang dirasakan oleh seorang anak. Mungkin pada dasarnya mereka melakukan itu semua demi kebaikan anaknya, namun terkadang seorang anak juga dapat merasa tertekan jika harus mengikuti apa yang diinginkan orang tuanya, karena mereka juga memiliki hak dalam menjalani hidupnya. Jadi antara orang tua dan anak harus saling mengerti agar rasa cinta yang telah dimiliki sejak lahir tidak hilang hanya karena kurangnya pengertian.

Seperti kata pepatah, kasih sayang orang tua sepanjang jalan dan kasih sayang seorang anak sepanjang gala. Itu berarti cinta yang dimiliki oleh orang tua tidak terbatas yaitu sepanjang jalan sedangkan cinta yang dimiliki oleh seorang anak terbatas hanya sepanjang gala. Namun, itu semua tergantung pada inidividu masing-masing.